BBPOM BERDAYAKAN MASYARAKAT BULELENG BERSAMA KOMISI IX DPR RI

20-11-2015 Denpasar Dilihat 2490 kali

Niat positif dan kemauan baik akan selalu memberikan perubahan yang positif untuk masa depan bangsa Indonesia. Semua perubahan berawal dari diri sendiri. Setiap insan yang merupakan konsumen, punya hak yang sama untuk memperoleh jaminan keamanan produk obat, makanan, suplemen, kosmetik, dan obat tradisional yang dikonsumsinya, sehingga diperlukan suatu gebrakan nyata dalam menginspirasi masyarakat untuk dapat melindungi diri dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Langkah kongkret ini direalisasikan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar, bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Obat, Makanan, Kosmetik, Suplemen dan Obat tradisional di Kabupaten Buleleng. KIE dilaksanakan di Gedung Immaco kabupaten Buleleng pada hari Senin, 16 November 2015.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Keynote Speacker Bapak Sumarjaya Linggih, SE., M.AP., dari Komisi IX DPR RI. Dalam kata-kata kunci yang disampaikannya, Sumarjaya sangat berharap sekali kepada generasi muda yang hadir saat acara, agar meneruskan semua informasi dan wawasan yang diperoleh kepada seluruh lapisan masyarakat selama berlangsungnya KIE dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Peserta yang hadir berjumlah 250 orang yang berasal dari kalangan Mahasiswa, Dosen, Organisasi Keagamaan, Pemuka Agama, LPPOM MUI, Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Darma Indonesia (WHDI), dll. Narasumber yang sangat kompeten dibidang obat dan makanan yang merupakan Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt., menyampaikan materi tentang kosmetik yang Aman dan Sehat serta Gerakan Waspada Obat dan Makanan IIegal (GN-WOMI). Materi yang sangat menarik, dikemas dengan berbagai contoh produk ilegal (Tidak Memenuhi Syarat),  mengundang beraneka macam pertanyaan dari peserta terutama praktisi kesehatan. Pertanyaan tentang Obat, Distribusi Obat yang benar, bahan berbahaya pada pangan dan kosmetik, penggunaan kosmetik sampai pada ijin edar disambut baik oleh Ibu Endang dengan jawaban yang mudah dipahami, sehingga para peserta merasakan manfaat yang luar biasa dari ketidaktahuannya menjadi peningkatan wawasan yang positif. Narasumber terakhir yang merupakan tokoh wanita ispiratif Bali tahun 2015, Sayu Sutrisna Dewi, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, memotivasi mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda yang memenuhi kaidah, aturan-aturan serta  memproduksi dan memasarkan produk-produk terutama obat dan makanan yang memenuhi standar Indonesia dan menyehatkan masyararakat. Para peserta yang berasal dari mahasiswa terinspirasi untuk menjadi wirausaha handal yang memperhatikan kesehatan masyarakat (konsumen). Dari sesi tanya jawab terlihat antusisme peserta untuk menjadi  Training of Trainer (TOT) bagi kelompok-kelompok kecil di organisasinya, dan masyarakat pada umumnya, sehingga Masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang Cerdas dan Sehat.

 

BBPOM di Denpasar

Sarana