Antusiasme Warga Warnai Hari Pertama Bimbingan Teknis Komunitas Keamanan Pangan Desa di Kelurahan Peguyangan

21-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 166 kali

Denpasar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Keamanan Pangan Desa di Kelurahan Peguyangan, Kota Denpasar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Juli 2026, ini merupakan tahapan lanjutan dalam Program Desa Pangan Aman yang bertujuan membentuk komunitas masyarakat yang mampu menerapkan praktik keamanan pangan secara mandiri.

Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan yang secara resmi dilakukan oleh Lurah Peguyangan. Dalam sambutannya, Lurah Peguyangan menyampaikan apresiasi kepada BBPOM di Denpasar atas pendampingan yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga mengenai pentingnya keamanan pangan sehingga mampu mewujudkan lingkungan yang sehat serta menghasilkan pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Selanjutnya, Ketua Tim Program Prioritas Nasional BBPOM di Denpasar menyampaikan sambutan sekaligus menjelaskan tujuan pelaksanaan Bimbingan Teknis Komunitas Keamanan Pangan Desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BBPOM di Denpasar dalam membangun kemandirian masyarakat melalui penguatan peran komunitas, sehingga setiap anggota masyarakat dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan praktik keamanan pangan di lingkungan masing-masing.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek penting keamanan pangan. Materi yang disampaikan meliputi tata cara penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), penerbitan Sertifikat Laik Sehat bagi pedagang pangan siap saji, registrasi pangan olahan di Badan POM, serta edukasi mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan untuk berbagai komunitas, mulai dari keluarga, sekolah, ritel, hingga pedagang kaki lima. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai pencegahan dan penanganan keracunan pangan, pemanfaatan aplikasi keamanan pangan, konsumsi pangan aman dan bergizi, serta kaitan keamanan pangan dengan pencegahan stunting.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber, mulai dari persyaratan perizinan usaha pangan, penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi, hingga langkah-langkah menjaga keamanan pangan di tingkat rumah tangga maupun lingkungan usaha. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menghasilkan dan mengonsumsi pangan yang aman.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Denpasar berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi juga dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat di lingkungan Kelurahan Peguyangan. Dengan terbentuknya komunitas yang memiliki pemahaman baik tentang keamanan pangan, diharapkan budaya mengolah, menyajikan, dan mengonsumsi pangan yang aman semakin berkembang sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan terlindungi dari risiko pangan yang tidak memenuhi syarat.

Kegiatan akan dilanjutkan pada hari kedua dengan praktik penerapan keamanan pangan di sarana komunitas, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip keamanan pangan secara langsung di lapangan

Sarana