Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan narasumber yang diajukan Kepala SMP Tawakkal, Diah Rini Maharani, S.Pd., Gr., dengan tujuan agar para siswa lebih mengerti dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan BPOM, termasuk proses dan prosedur pengawasan sesuai standar yang berlaku.
Sepanjang sesi berlangsung, Leny memaparkan materi dengan bahasa yang mudah dicerna oleh siswa jenjang SMP — mulai dari pengenalan tugas dan fungsi BPOM, cara mengenali produk obat dan makanan yang aman dan legal, hingga langkah sederhana melindungi diri dari produk ilegal dan tidak memenuhi standar. Suasana kelas terasa hidup dengan sesi interaktif tanya-jawab, di mana para siswa tampak antusias mengangkat tangan untuk bertanya maupun menjawab kuis ringan yang diselipkan di sela pemaparan.
Rasa penasaran siswa terlihat tinggi, terutama saat membahas cara membedakan produk kosmetik dan makanan yang memiliki izin edar BPOM dengan yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan, topik yang dekat dengan keseharian mereka sebagai konsumen muda. Antusiasme ini turut mencerminkan keberhasilan pendekatan edukatif yang interaktif dan aplikatif dalam menjangkau generasi muda.
Menanamkan Kesadaran Sejak Dini demi Generasi yang Cerdas Memilih
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BBPOM di Denpasar untuk memperluas jangkauan edukasi keamanan obat dan makanan ke kalangan pelajar, sekaligus menumbuhkan budaya cerdas memilih produk sejak usia dini. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh hari ini, para siswa SMP Tawakkal diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menularkan kesadaran serupa kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi antara BBPOM di Denpasar dan dunia pendidikan seperti ini menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan upaya bersama yang perlu ditanamkan sejak bangku sekolah, demi mewujudkan generasi muda Bali yang sehat, cerdas, dan terlindungi dari produk yang tidak aman. (Rie_)