Denpasar, Selasa, 7 Oktober 2025, Balai Besar POM di Denpasar melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik (Bimtek CDOB) yang diadakan secara hybrid yaitu luring di Aula Bima BBPOM di Denpasar dan daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt sekaligus memberi arahan kepada peserta yang hadir baik secara luring maupun secara daring. Peserta merupakan petugas pengawas dari fungsi Inspeksi, Penindakan, Infokom dan Sertifikasi dari BBPOM di Denpasar dan Loka POM di Kabupaten Buleleng, serta Penanggung Jawab PBF di Provinsi Bali. Turut hadir memberikan arahan, Dra. Raden Rara Mayagustina Andarini, Apt, M.Sc, selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Utama Badan POM RI dan Wardhono Tirtosudarmo, S.Si, Apt selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Badan POM RI sebagai narasumber.
Pemaparan pertama mengenai “Sosialisasi Peraturan Badan POM No. 20 Tahun 2025 Tentang Standar Cara Distribusi Obat yang Baik” disampaikan oleh Wardhono Tirtosudarmo, S.Si, Apt selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Badan POM RI. Dengan diberlakukannya Peraturan Badan POM No. 20 Tahun 2025 maka perlu disosialisasikan kepada PBF sebagai komitmen dari Badan POM dalam melakukan bimbingan dan pendampingan terhadap standar yang baru agar tidak terjadi gap dan perbedaan persepsi. Diharapkan petugas pengawas maupun penanggung jawab PBF dapat memahami dan menerapkan peraturan CDOB secara konsisten serta menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi untuk didiskusikan agar pengelolaan dan pendistribusian obat di Provinsi Bali sesuai regulasi terkini sehingga mutu obat yang diterima masyarakat bermutu, aman, dan berkhasiat.
Materi selanjutnya dipaparkan oleh Dra. Raden Rara Mayagustina Andarini, Apt, M.Sc selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Utama BPOM RI mengenai “Tantangan Pengawasan Obat Secara Global dan Nasional”. Dijelaskan pula Isu Strategis BPOM di Bidang Obat, Pengawasan Badan POM dalam Rangka Pengendalian Resistensi Antimikroba. Peserta bimtek terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini dengan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan peserta baik secara luring maupun secara daring mengenai materi yang telah disampaikan. Acara ditutup oleh oleh Kepala Balai Besar POM di Denpasar dengan harapan kompetensi petugas pengawas BBPOM di Denpasar dapat lebih optimal dalam menjawab tantangan pengawasan obat dan Refreshment peraturan CDOB bagi penanggungjawab PBF. QQ