Sinergitas Provinsi Bali Melawan Stunting: Peran Keamanan Pangan Menguat, BBPOM Denpasar Ambil Bagian

14-11-2025 Balai Besar/Balai POM Dilihat 211 kali

Rapat Stunting 12 NOVEMBER 2025, di Ruang Rapat lantai III Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali

BBPOM Di Denpasar turut hadir dalam rangka penyelarasan program dan kegiatan penurunan stunting yang melibatkan seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bali. Peningkatan sinergitas antar pemangku kepentingan di tingkat provinsi dalam upaya percepatan penurunan stunting di provinsi Bali menjadi target capaian Rapat Koordinasi pada hari ini.

Pertemuan kali ini diisi dengan pemaparan materi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jembrana dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Denpasar. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali memaparkan peran pertanian sebagai intervensi sensitif yaitu mengatasi akar penyebab tidak langsung dari stunting. Penjaminan ketersediaan pangan (terutama pokok) selalu ada dan cukup menjadi fokus utama. Mendorong diversifikasi dengan menyediakan pangan yang  beragam bukan hanya karbohidrat, meningkatkan aksesbilitas dengan memastikan pangan bergizi terjangkau oleh masyarakat dan memperkuat pemanfaatan dengan mendorong konsumsi dan pengolahan pangan di tingkat keluarga juga secara kontinyu dilaksanakan.  Dinas Pertanian memiliki program optimalisasi lahan pekarangan serta Rumah Pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) untuk meningkatkan kualitas pangan keluarga.

Bappeda Kabupaten Jembrana menyampaikan strategi percepatan pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan Kabupaten Jembrana dengan inovasi Ramping Serunting yaitu kegiatan pemantauan kepada sarasaran yang berisiko stunting sebagai upaya mendeteksi dini faktor-faktor berisiko stunting. Kemudian inovasi Rumah Penting yang bertujuan untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi para remaja dalam hal jenjang pendidikan yang terencana. Ada juga Inovasi Pengasuhan Sehat Jiwa untuk menghasilkan keluarga tanguh dan kondisi sejahtera pada pengasuh dan anak sehingga dapat mengatasai berbagai masalah. Kemudian inovasi Gemari gemar makan ikan oleh Dinas Perhubungan, Perikanan dan Kelautan serta Pojok Konsultasi oleh Dinas PMD bagi desa yang ingin berkonsultasi terkait permasalahan yang dihadai berkaitan dengan pemerintahan desa, keuangan dan lain-lain. 

Strategi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Denpasar yaitu melalui pembentukan rumah terpadu stunting dan melakukan kunjungan rumah dari puskesmas dan posyandu untuk pengukuran dan pendataan. Kemudian  penerapan integrasi Layanan Primer (LP) di puskesmas dan pustu, memaksimalkan peran desa/kelurahan dalam pendataan ibu hamil dan balita serta  implmemetasi kebijakan catin sesuai Perwali no 14 tahun 2025 tentang konseling, perkawinan dan pemerikasaan kesehatan menuju keluarga Sukinah Bhawantu. Peran banjar adat terus dioptimalkan dalam melakukan pendataan catin dan kolaborasi dengan MDA untuk sosialisasi stunting peran catin kepada Yowana Kota Denpasar. 

BBPOM di Denpasar siap berkolaborasi dengan senatiasa melakukan pendampingan implemetasi keamanan pangan kepada komunitas desa, sekolah, pasar dan masyarakat pada umumnya serta melakukan pengawasan keamanan pangan demi mewujudkan kemandirian pangan dalam upaya percepatan penurunan stunting secara menyeluruh di Provinsi Bali. Riana

 

 

Sarana