Balai Besar POM di Denpasar terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat melalui inovasi bertajuk SI BOTAK TAHAN KO atau Bina Obat Tradisional Aman Berkualitas Tanpa Bahan Kimia Obat. Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan obat bahan alam (OBA) yang aman, legal, dan bermutu di Bali.
Program ini lahir dari keprihatinan atas masih maraknya peredaran jamu dan obat tradisional mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang berisiko tinggi bagi kesehatan, seperti menyebabkan gangguan hati, ginjal, bahkan kematian. Melalui SI BOTAK TAHAN KO, BBPOM di Denpasar berupaya mencegah penyalahgunaan bahan kimia obat sejak dari hulu, dengan mengalihkan fokus dari sekadar penindakan menjadi pembinaan intensif kepada pelaku usaha obat tradisional.
Selama Triwulan III Tahun 2025, pelaksanaan inovasi ini terwujud melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Depot Jamu Wilayah Bali Aman dari OBA Mengandung BKO” yang diikuti oleh pelaku usaha jamu, tenaga kesehatan, media, dan instansi lintas sektor seperti Dinas Kesehatan serta organisasi profesi farmasi. Melalui sesi interaktif ini, pelaku usaha dibekali pemahaman mengenai ketentuan CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), bahaya BKO, tanggung jawab hukum, serta pentingnya menjaga kemurnian bahan alam sebagai warisan budaya Indonesia.
Pendekatan inovatif ini merupakan bagian dari gerakan pencegahan terpadu - bukan hanya menindak pelanggaran, tetapi juga membangun kemitraan dengan pelaku usaha agar dapat tumbuh secara berdaya saing dan berintegritas. “Kami tidak ingin jamu Indonesia hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga simbol keamanan dan mutu produk yang diakui dunia.
Inovasi SI BOTAK TAHAN KO terbukti meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, memperkuat jejaring komunikasi dua arah antara regulator dan industri, serta menurunkan temuan produk OBA mengandung BKO di wilayah Bali. Ke depan, BBPOM di Denpasar akan menindaklanjuti program ini melalui pendampingan teknis pasca-bimtek, coaching clinic, dan integrasi data pelaku usaha binaan ke dalam sistem pengawasan berbasis digital.
Dengan SI BOTAK TAHAN KO, BBPOM di Denpasar menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung tumbuhnya industri jamu dan obat tradisional yang aman, legal, dan berkualitas — menjaga warisan budaya bangsa dari ancaman bahan kimia obat berbahaya.