Perkuat Farmakovigilans, BBPOM Denpasar Dorong Tenaga Kesehatan Aktif Laporkan Efek Samping Obat

13-02-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 151 kali

Denpasar, 13 Februari 2025. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar terus berupaya meningkatkan pemahaman dan awareness tenaga kesehatan tentang pentingnya Farmakovigilans melalui KIE Farmakovigilans yang diselenggarakan secara hybrid. Kegiatan ini diikuti oleh 45 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

KIE ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Ketua Tim Pengawasan Keamanan Pangan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor di Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan POM, Siti Asfijah Abdoellah, S.Si,Apt,MMed.Sc, serta Ketua Tim Kerja Farmasi dan Rekam Medis RS Bali Mandara, Rizki Daniel, S.Farm., Apt. Narasumber membahas materi mengenai Pentingnya Farmakovigilans dan Peningkatan Kesadaran serta Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelaporan Farmakovigilans di Fasilitas Pelayanan serta Praktek Penginputan Meso oleh Fasyankes.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BBPOM di Denpasar menegaskan keberhasilan program farmakovigilans sangat dipengaruhi peran aktif dari tenaga Kesehatan/tenaga medis di fasilitas pelayanan Kesehatan, melalui kegiatan berupa Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Dibutuhkan pengawasan keamanan secara terus menerus selama obat beredar melalui sistem farmakovigilans sebagai bentuk jaminan keamanan kepada pasien.

Peserta juga diberikan pemahaman tentang mekanisme pelaporan efek samping obat melalui aplikasi e-MESO. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang berhubungan langsung dengan pasien sangat berperan dalam mendeteksi Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) yang dialami pasien dan melaporkan KTD ke Badan POM, guna meningkatkan perlindungan pasien serta mendukung pengawasan obat yang lebih optimal.

BBPOM di Denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan dalam pengawasan keamanan obat yang dilaksanakan secara kontinyu serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan farmasi di Bali. Ria

Sarana