Denpasar, 11-12 Februari 2026 – BPOM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, adaptif, dan berdampak nyata melalui kegiatan ProAKSI BERPADU 2026 (Percepatan Akselerasi Izin Edar Terpadu). Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Izin Edar Obat Bahan Alam (OBA), Suplemen Kesehatan (SK), Obat Kuasi (OK), dan Kosmetik dengan Inovasi NIE TUNTAS melalui One Stop Service (OSS)” dan dilaksanakan selama dua hari, 11–12 Februari 2026 di Denpasar.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm, Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Imelda Ester, serta Direktur Pengawasan Kosmetik, Bagus Kusuma Dewa. Turut hadir pula perwakilan Pemerintah Daerah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha dari sektor obat bahan alam dan kosmetik di Bali.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala BBPOM di Denpasar, I Made Ery B Hantana,S.Si., Apt., menegaskan bahwa kegiatan ProAKSI BERPADU merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendampingi pelaku usaha untuk tumbuh dan berdaya saing.
Beliau menyampaikan bahwa Provinsi Bali merupakan salah satu sentra pengembangan industri obat bahan alam dan kosmetik, dengan 129 pelaku usaha OBA dan obat kuasi serta 139 pelaku usaha kosmetik, dan jumlah produk terdaftar yang terus meningkat hingga lebih dari 5.100 produk.
Namun demikian, peningkatan pengajuan registrasi produk yang saat ini mencapai ratusan permohonan juga memerlukan percepatan layanan dan penguatan pendampingan, khususnya dalam pemenuhan dokumen teknis seperti Dokumen Informasi Produk (DIP) serta dukungan pengujian pra klinik dan klinik untuk produk herbal dan kosmetik.
“Kami ingin memastikan pelaku usaha tidak berjalan sendiri. BPOM hadir sebagai mitra strategis untuk memastikan produk yang beredar aman, bermutu, dan memiliki daya saing tinggi,” ujar beliau.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Deputi BPOM RI, Mohamad Kashuri, yang dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mempercepat proses registrasi produk.
Melalui inovasi NIE TUNTAS (One Day Service), BPOM mendorong transformasi layanan registrasi yang lebih cepat, transparan, dan efisien, tanpa mengesampingkan aspek keamanan, mutu, dan manfaat produk bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan ProAKSI BERPADU 2026 diawali dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan:
Paparan Kebijakan dan Regulasi
Disampaikan oleh Direktur Registrasi OTSKK, Imelda Ester, yang memberikan pemaparan terkait ketentuan terbaru registrasi OBA, suplemen kesehatan, obat kuasi, dan kosmetik, termasuk strategi percepatan proses perizinan.
Penyerahan Sertifikat Nomor Izin Edar
Momen simbolis penyerahan sertifikat NIE kepada pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan registrasi sebagai bentuk nyata hasil percepatan layanan BPOM.
Desk Registrasi dan Konsultasi Teknis
Pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tim teknis BPOM melalui desk registrasi, guna menyelesaikan kendala dokumen, tambahan data, maupun proses evaluasi yang sedang berjalan.
Pendampingan UMKM dan Kolaborasi Pentahelix
BPOM mendorong penguatan ekosistem usaha melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan pengawasan dan peningkatan kualitas produk.
Melalui ProAKSI BERPADU 2026, berbagai manfaat nyata dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat, antara lain:
✔️ Percepatan penerbitan Nomor Izin Edar (NIE)
✔️ Peningkatan pemahaman regulasi dan kualitas dokumen registrasi
✔️ Penguatan daya saing produk lokal Bali
✔️ Jaminan keamanan, mutu, dan manfaat produk bagi masyarakat
✔️ Peningkatan akses pasar nasional dan global
Produk-produk lokal Bali seperti minyak balur, loloh, spa, dan lulur tradisional menjadi contoh potensi unggulan daerah yang terus didorong untuk berkembang melalui dukungan BPOM.
BBPOM di Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan inovatif, memperkuat pendampingan UMKM, serta meningkatkan kualitas pengawasan Obat dan Makanan melalui sinergi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, BPOM berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu menghadirkan produk yang tidak hanya aman dan bermutu, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global.
ProAKSI BERPADU 2026 menjadi bukti nyata transformasi layanan BPOM yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemudahan berusaha, tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan masyarakat.