Denpasar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar melaksanakan pengawasan intensif pangan berbuka puasa (takjil) di kawasan Pasar Ramadan Kampung Jawa dan seputaran Masjid Baiturahmah, Jalan Ahmad Yani, Denpasar, Kamis (19/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim BBPOM di Denpasar melakukan sampling dan menguji sebanyak 27 sampel pangan takjil yang terdiri dari berbagai jenis makanan dan minuman, seperti pepes, sate, bakso, kerupuk, agar-agar, hingga es buah. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan Rapid Tes Kit, seluruh sampel dinyatakan memenuhi syarat dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Pelaksana Tugas Kepala BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, S.Si., Apt., menyampaikan bahwa pengawasan takjil merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang dan selama Ramadan.
“Kami secara rutin melakukan pengawasan setiap Ramadan. Dari 27 sampel yang diuji hari ini, seluruhnya memenuhi syarat dan tidak ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya,” ujarnya.
Adapun bahan berbahaya yang menjadi fokus pengujian antara lain pewarna tekstil (seperti Rhodamin B dan Metanil Yellow) yang kerap disalahgunakan pada makanan berwarna mencolok, boraks yang biasanya digunakan sebagai pengenyal pada bakso atau kerupuk, serta formalin yang berpotensi ditemukan pada produk seperti sate atau pepes ikan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter tersebut negatif.
Selain melakukan pengujian, tim juga melakukan edukasi langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya penggunaan bahan pangan yang aman serta dampak kesehatan dari penggunaan bahan kimia berbahaya. Konsumsi pangan yang mengandung formalin, boraks, maupun pewarna tekstil dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti gangguan fungsi hati dan ginjal hingga risiko kanker.
Kegiatan pengawasan ini dilaksanakan secara terpadu bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta melibatkan anggota SAKA POM Bali.
Selain di Kota Denpasar, pengawasan serupa juga dilakukan di wilayah Kabupaten lainnya sebagai bagian dari pengawasan terpadu pangan Ramadan di Provinsi Bali.
BBPOM di Denpasar mengimbau masyarakat untuk tetap menjadi konsumen cerdas dengan memperhatikan kebersihan pangan, warna yang tidak mencolok secara berlebihan, serta memastikan produk kemasan memiliki izin edar BPOM.
Melalui pengawasan dan edukasi berkelanjutan, BBPOM di Denpasar berkomitmen untuk terus mengawal keamanan pangan masyarakat selama Ramadan guna mewujudkan pangan yang aman dan bermutu